SMA Islam Terpadu Al Ishlah
Oleh: Rahmat Djafar, S.Pd., Gr
Perhatikan gambar mikroskop dan grafik fungsi kuadrat di samping. Apa yang kalian amati terkait "ukuran"?
Bandingkan \( f(x)=x^2 \), \( g(x)=2x^2 \), dan \( h(x)=0.5x^2 \)
Pilih fungsi dasar, geser slider skala vertikal & horizontal. Amati kapan grafik memanjang dan memampat!
Persamaan: \( y = k_v \cdot f(x) \)
Persamaan: \( y = f(k_h \cdot x) \)
Berdasarkan grafik, perhatikan efek perubahan nilai konstanta \( k \) pada fungsi:
| Jenis Dilatasi | Rumus Baru | Efek Jika \( k > 1 \) | Efek Jika \( 0 < k < 1 \) |
|---|---|---|---|
| Vertikal (Thd Sumbu X) | \( y = k \cdot f(x) \) | Grafik memanjang / meregang secara vertikal (menjauhi sumbu X) | Grafik memampat / menyusut secara vertikal (mendekati sumbu X) |
| Horizontal (Thd Sumbu Y) | \( y = f(k \cdot x) \) | Grafik menyempit / memampat secara horizontal (mendekati sumbu Y) | Grafik melebar / meregang secara horizontal (menjauhi sumbu Y) |
Jika \( f(x) = x^2 - 1 \), maka:
Seorang arsitek ingin memperbesar desain kubah masjid yang dimodelkan dengan fungsi \( f(x) = -x^2 + 4 \) untuk rentang \( x \in [-2, 2] \). Ia melakukan pembesaran dengan faktor skala 2 secara vertikal agar kubah tampak lebih menjulang. Tentukan persamaan fungsi barunya!
Dilatasi vertikal dengan faktor skala \( k=2 \)
Rumus: \( y = k \cdot f(x) \)
Substitusi: \( y = 2 \cdot (-x^2 + 4) \)
Hasil Akhir: \( y = -2x^2 + 8 \)
Diberikan fungsi linear \( f(x) = 3x + 2 \). Tentukan persamaan bayangan fungsi ini jika mengalami dilatasi horizontal dengan faktor skala \( k = \frac{1}{2} \)!
Dilatasi horizontal dengan faktor skala \( k=\frac{1}{2} \)
Rumus: \( y = f(k \cdot x) \)
Substitusi nilai \( x \) menjadi \( \frac{1}{2}x \):
\( y = 3(\frac{1}{2}x) + 2 \)
Hasil Akhir: \( y = \frac{3}{2}x + 2 \)
Siapkan kelompokmu! Siapa cepat mengangkat tangan dan menjawab benar, dia yang dapat poin.
🎖️ Jawaban Benar! Berikan poin (+10) ke kelompok yang menjawab benar duluan:
Skor akhir dari 15 babak rebutan:
Bandingkan hasil dilatasi vertikal fungsi \( f(x) = x^2 - 4x + 3 \) dengan faktor skala \( k=2 \) dan \( k=\frac{1}{2} \).
Mengapa pada dilatasi vertikal, letak titik potong terhadap sumbu X TIDAK BERUBAH (tetap di akar-akarnya)?
Mengapa letak titik potong terhadap sumbu Y justru berubah mengikuti faktor skala \( k \)?
Konsep perubahan skala (dilatasi) sangat krusial dalam berbagai profesi dan kehidupan sehari-hari.
Memperbesar/memperkecil (zoom in/out) peta di Google Maps menggunakan prinsip dilatasi agar jarak aslinya tetap proporsional dengan yang digambar.
Merubah ukuran vektor gambar/logo. Jika dilatasi vertikal dan horizontal tidak sama ukurannya (k_v != k_h), gambar akan tampak "peyang" (distorsi).
Membuat maket (miniatur) gedung dari cetak biru asli. Semua ukuran panjang, lebar, tinggi diperkecil dengan faktor skala konstan yang seragam.
"Refleksi: Bagaimana pemahaman tentang perubahan skala (dilatasi) dapat membantumu saat merancang layout kamarmu atau merencanakan sebuah acara (menyesuaikan ukuran vs kapasitas ruang)?"
QS. Al-Mulk (67): 3
"...Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?"
Saat kita melakukan dilatasi (perbesaran/pengecilan), kita mengalikan dengan satu konstanta yang proporsional. Hasilnya, ukuran berubah namun bentuk dan karakteristik dasarnya tetap terjaga.
Sama halnya dengan ciptaan Allah, mulai dari atom mikroskopis hingga galaksi raksasa, semuanya diciptakan dengan proporsi (skala) dan hukum yang tepat tanpa ada cacat dan ketidakseimbangan.
Refleksi Jurnal Diri 📝
"Tuliskan satu hal dalam hidupmu (waktu luang, emosi, konsumsi) yang ukurannya/proporsinya saat ini berlebihan dan harus segera kamu 'perkecil skalanya' agar kembali seimbang!"
Kita telah menggeser, mencerminkan, dan menskalakan grafik. Selanjutnya kita akan belajar memutarnya! Bersiap untuk materi Rotasi Fungsi.
"Jaga proporsimu, temukan keseimbanganmu."
Alhamdulillahirabbil'alamin.